CIAMIS — Aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Minggu BMX, Kabupaten Ciamis, terpantau mengalami penurunan pada Minggu (23/8/2026). Kondisi tersebut terlihat dari berkurangnya jumlah pedagang yang berjualan serta menurunnya kunjungan masyarakat dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah lapak terlihat kosong. Arus pengunjung yang biasanya mulai ramai pada pagi hari juga tampak lebih lengang. Kondisi ini cukup berbeda dibandingkan Minggu-minggu sebelumnya, ketika kawasan Pasar Minggu BMX dipadati pedagang dan masyarakat yang datang untuk berbelanja maupun menikmati suasana akhir pekan.
Salah seorang pengelola BMX mengatakan, berkurangnya jumlah pedagang antara lain disebabkan sebagian pedagang memilih berjualan di tempat masing-masing. Selain itu, saat ini sejumlah daerah tengah memasuki puncak berbagai kegiatan masyarakat.
“Kalau dilihat dari jumlah pedagang, banyak yang kosong dan banyak yang tidak berjualan. Dari absensi yang kami lakukan setiap minggu, cukup banyak yang absen, baik karena libur maupun izin berjualan,” ujar salah seorang pengelola BMX.
Menurutnya, kondisi tersebut juga tercermin dari absensi pedagang yang dilakukan secara rutin setiap pekan. Dari sekitar 380 pedagang yang terdata, tidak seluruhnya aktif berjualan setiap Minggu.
Dampak berkurangnya pedagang turut dirasakan dari sisi jumlah pengunjung. Jika biasanya sekitar pukul 09.00 WIB kawasan tersebut mulai dipadati masyarakat, pada Minggu kali ini suasana masih relatif lengang.
PENGELOLA DORONG PEDAGANG DAN UMKM TETAP SEMANGATDi tengah kondisi tersebut, pihak pengelola mengimbau para pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tetap optimistis dan terus menjalankan aktivitas usahanya.
“Walaupun situasi saat ini bisa dikatakan kurang baik, terutama dari sisi ekonomi yang dirasakan hampir merata di Indonesia, kami mengimbau para pedagang dan penggiat UMKM untuk tetap semangat dan terus berkarya,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui berbagai peluang maupun program yang mampu membantu keberlangsungan usaha para pelaku UMKM.
Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“UMKM merupakan akar dari perdagangan rakyat. Ketika UMKM bisa bertumbuh, tentunya perekonomian masyarakat juga akan ikut bergerak dan diharapkan kembali stabil,” ujarnya.PEDAGANG BARU TETAP MENDAPAT KESEMPATAN
Di sisi lain, pihak pengelola menyebutkan masih terdapat masyarakat yang berminat untuk berjualan di Pasar Minggu BMX. Pengelola pada prinsipnya terbuka terhadap pedagang baru yang ingin bergabung.
Namun, keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala. Kapasitas area yang tersedia dinilai cukup terbatas apabila seluruh calon pedagang masuk secara bersamaan.
“Untuk pedagang baru sebenarnya kami memberikan peluang. Silakan datang dan menyampaikan ke pihak pengelola. Hanya saja untuk masalah tempat belum bisa dipastikan karena keterbatasan area,” jelasnya.
Untuk sementara, pedagang baru dapat memanfaatkan lapak milik pedagang yang sedang tidak berjualan. Sedangkan untuk penempatan secara permanen, pengelola masih harus menyesuaikan dengan ketersediaan lokasi.
Pengelola juga menegaskan bahwa kesempatan berjualan untuk sementara lebih diprioritaskan bagi warga lokal Kabupaten Ciamis. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.
“Kami ingin ekonomi di Ciamis bisa bangkit. Karena itu, sesuai arahan pemerintah sejak awal, kami mengutamakan terlebih dahulu warga lokal atau warga setempat,” pungkasnya.
Penurunan aktivitas perdagangan di Pasar Minggu BMX diharapkan menjadi perhatian bersama. Dengan dukungan pemerintah, pengelola, pedagang, pelaku UMKM, dan masyarakat, geliat perdagangan di kawasan tersebut diharapkan kembali meningkat dan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat Kabupaten Ciamis.
Editor : ( Ade. R. S )