Upacara yang diikuti berbagai unsur masyarakat Desa Handapherang tersebut berlangsung dalam suasana khidmat. Namun, perhatian peserta upacara tertuju pada saat prosesi pengibaran bendera Merah Putih.
Bendera yang dikibarkan dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia tersebut sempat tidak mencapai ujung tiang. Posisi bendera terlihat berhenti di bawah puncak tiang, sehingga sekilas tampak seperti dikibarkan setengah tiang.
Kondisi tersebut sontak menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat yang menyaksikan prosesi. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa bendera tidak sampai ke ujung tiang dan apakah kondisi tersebut memiliki makna tertentu.
Ketika salah seorang perangkat Desa Handapherang dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut, yang bersangkutan belum dapat memberikan penjelasan secara pasti. Ia hanya menyebut kemungkinan adanya kesalahan teknis dalam proses pengibaran.Beberapa saat kemudian, proses pengibaran dilanjutkan. Para perangkat desa kemudian menarik bendera hingga mencapai bagian atas tiang, dan Sang Merah Putih akhirnya berkibar dengan sempurna.
Meski sempat menimbulkan tanda tanya, prosesi tersebut kemudian berjalan kembali dan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dilanjutkan dengan khidmat.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi peserta upacara. Bagi masyarakat, bendera Merah Putih bukan sekadar perlengkapan upacara, melainkan simbol perjuangan, persatuan, dan kemerdekaan Republik Indonesia yang harus dihormati.Editor : ( Ade. R. S )