-->

Notification

×

Iklan

Iklan

‎Musda LLI Kabupaten Ciamis 2026 Perkuat Peran Lansia dalam Pembangunan Daerah

27 Agustus 2026 | Agustus 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-27T13:37:58Z

CIJEUNGJING, CIAMIS — Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kabupaten Ciamis menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2026 di Aula Rumah Makan Linggasi 2, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Kamis (27/8/2026).

‎Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ciamis, unsur Pemerintah Kabupaten Ciamis, jajaran LLI, serta para tamu undangan. Musda menjadi momentum penting bagi LLI Kabupaten Ciamis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja dalam meningkatkan peran dan pelayanan bagi masyarakat lanjut usia.

‎Dalam sambutannya, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda LLI Kabupaten Ciamis. Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan keputusan dan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi para lanjut usia serta masyarakat secara luas.

‎“Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena pada kesempatan ini dapat berkumpul dan hadir bersama dalam kegiatan Musyawarah Daerah LLI Kabupaten Ciamis,” ujar Bupati.

‎Menurutnya, keberadaan LLI memiliki peran strategis dalam memberikan perhatian terhadap kelompok lanjut usia. Lansia tidak hanya membutuhkan perhatian dalam aspek sosial dan kesejahteraan, tetapi juga perlu diberikan ruang untuk tetap berkontribusi sesuai kemampuan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki.

‎Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara LLI dengan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat berbagai program peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia secara berkelanjutan.

‎“Semoga Musyawarah Daerah ini dapat menghasilkan keputusan terbaik serta membawa manfaat bagi organisasi, masyarakat lanjut usia, dan Kabupaten Ciamis secara keseluruhan,” harapnya.

‎Kepedulian Lingkungan Turut Menjadi Perhatian

‎Selain penguatan peran lansia, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian dalam pesan yang disampaikan kepada masyarakat.

‎Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat diimbau meningkatkan edukasi mengenai bahaya pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar. Hal tersebut dinilai penting, khususnya pada musim kemarau ketika risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat.

‎Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan karena dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, serta keselamatan masyarakat.

‎Pemerintah daerah juga didorong memperkuat sosialisasi, pengawasan, pencegahan, dan penanganan karhutla dengan mengedepankan langkah mitigasi sejak dini.

‎“Bapak Ibu, saya mengimbau pemerintah daerah masing-masing untuk membantu menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar lagi sampah,” demikian inti pesan yang disampaikan.

‎Upaya pencegahan menjadi langkah penting karena kebakaran akibat kesengajaan maupun kelalaian dapat meluas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

‎Rumah Tidak Layak Huni Masih Menjadi Tantangan

‎Persoalan sosial lainnya yang turut disoroti adalah keberadaan rumah tidak layak huni (RTLH).

‎Program perbaikan RTLH disebut telah berjalan dan ribuan rumah telah mendapatkan penanganan. Namun, kebutuhan masyarakat di lapangan masih cukup besar sehingga kesinambungan program dan dukungan berbagai pihak tetap diperlukan.

‎“Rumah tidak layak huni pun masih banyak. Ada yang sudah diperbaiki, tetapi kebutuhan masyarakat masih sangat besar,” menjadi salah satu poin yang disampaikan.

‎Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

‎Keterbatasan Anggaran, Pembangunan Harus Tepat Sasaran

‎Keterbatasan anggaran daerah juga menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan. Sebagian APBD harus dialokasikan untuk kebutuhan rutin pemerintahan, pelayanan kesehatan, pembayaran gaji, serta operasional organisasi perangkat daerah.

‎Dengan ruang fiskal yang terbatas, pemerintah dituntut menetapkan skala prioritas pembangunan secara cermat agar setiap program benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

‎“Pemerintah harus hadir dan membantu masyarakat ketika ada intervensi, supaya betul-betul tepat sasaran,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan.

‎Gotong Royong Menjadi Kekuatan Bersama

‎Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, masyarakat diharapkan tidak sepenuhnya bergantung kepada pemerintah. Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.

‎Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat diperlukan untuk menghadapi persoalan lingkungan maupun sosial secara bersama-sama.

‎Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Persoalan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, hingga kebutuhan kelompok lanjut usia dapat ditangani secara bertahap sesuai kemampuan dan skala prioritas daerah.

‎Sementara itu, Musda LLI Kabupaten Ciamis Tahun 2026 dilanjutkan dengan agenda organisasi serta pembahasan berbagai program kerja. Forum tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi LLI sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan Kabupaten Ciamis.

‎Editor : ( Ade. R. S )


×
Berita Terbaru Update