-->

Notification

×

Iklan

Iklan

‎Tatar Galuh Persaidiri Cup VIII Jadi Ajang Penjaringan Atlet dan Pererat Silaturahmi

08 Agustus 2026 | Agustus 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-09T00:12:20Z



CIAMIS 8 Agustus 2026 . Bertempat di GGT Ciamis.

‎Kejuaraan Tatar Galuh Persaidiri Cup VIII kembali digelar sebagai ajang pertandingan sekaligus penjaringan atlet pencak silat dari berbagai daerah di kawasan Priangan Timur.

‎Ketua Pelaksana Tatar Galuh Persaidiri Cup VIII, Rifka Bella Octaviana, mengatakan kegiatan tersebut mempertandingkan dua kategori utama, yakni tanding pencak silat dan seni tunggal baku IPSI. Peserta berasal dari jenjang pendidikan SD, SLTP hingga SLTA.

‎“Dalam kegiatan ini ada pertandingan tanding atau fight silat dan seni tunggal baku IPSI,” ujar Rifka.

‎Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Ciamis, tetapi juga sejumlah daerah di Priangan Timur. Di antaranya Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, serta satu kontingen dari Sukabumi.

‎Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 321 peserta dari berbagai tingkatan pendidikan. Mereka berasal dari sejumlah unit latihan yang berada di berbagai wilayah, termasuk Ciamis Kota, Ciamis Utara dan Ciamis Selatan.

‎Rifka menjelaskan, kejuaraan tersebut tidak semata-mata mengejar prestasi atau gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan menjadi bagian dari proses penjaringan atlet pencak silat untuk dipersiapkan mengikuti pertandingan resmi IPSI pada jenjang berikutnya.

‎“Ini juga sebagai penjaringan atlet awal di wilayah Priangan Timur. Ke depannya, mereka bisa mengikuti pertandingan open maupun pertandingan-pertandingan IPSI yang resmi,” jelasnya.

‎Selain aspek prestasi, Tatar Galuh Persaudiri Cup VIII juga mengedepankan nilai kekeluargaan dan silaturahmi antarpeserta maupun antarcabang.

‎Rifka menegaskan, seluruh peserta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Sebagai bagian dari keluarga besar pencak silat, perbedaan antarunit maupun antarcabang tidak boleh menjadi alasan munculnya konflik.

‎“Karena kita didasarkan pada nama keluarga silat. Yang pertama adalah kekeluargaan dan silaturahmi antarcabang. Tidak boleh ada tindakan anarkis ataupun kesenjangan antara cabang dan unit. Semuanya harus bersama-sama dan menjunjung sportivitas,” katanya.

‎Ia juga menyampaikan bahwa keikutsertaan peserta mendapat dukungan dan izin dari orang tua masing-masing, terutama karena mayoritas peserta masih berada pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

‎Rifka berharap kejuaraan tersebut mampu menjadi ruang bagi para pesilat muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas hubungan persaudaraan.

‎“Yang berawal dari keluarga kecil diharapkan bisa menjadi keluarga yang lebih besar. Jadi, melalui pertandingan dan kejuaraan ini, kita mempererat silaturahmi serta membangun persaudaraan,” pungkasnya.

‎Tatar Galuh Persaudiri Cup VIII pun diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi pesilat yang menjunjung sportivitas, disiplin, persaudaraan dan nilai-nilai luhur pencak silat.

( A.Rahmat.S. S'M. )



×
Berita Terbaru Update