-->

Notification

×

Iklan

Iklan

‎21 Tahun Eksis di Panggung, Rani Tetap Setia Menyanyi untuk Hobi dan Bantu Keluarga

30 Agustus 2026 | Agustus 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-30T13:26:57Z

‎CIAMIS — Dua puluh satu tahun bukan waktu yang singkat untuk mempertahankan kecintaan terhadap dunia tarik suara. Hal itu dijalani Rani, penyanyi asal Kertasari, Kabupaten Ciamis, yang hingga kini masih aktif tampil di berbagai kegiatan masyarakat.

‎Rani ditemui saat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Panitia Karang Taruna pada hari Minggu 30/8/26 di wilayah Pasir Angin, Kertasari, dalam rangka memeriahkan semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

‎Dalam kegiatan tersebut, Rani tampil sebagai salah satu peserta penyanyi. Meski telah puluhan tahun berada di dunia panggung, ia mengaku masih menikmati aktivitas bernyanyi yang selama ini dijalaninya.

‎Bagi Rani, dunia panggung memiliki suka dan duka tersendiri. Salah satu hal yang membuatnya senang adalah ketika mendapatkan saweran dari penonton. Sebaliknya, tantangan muncul ketika harus memenuhi undangan di lokasi yang jauh, terlebih saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

‎“Senangnya kalau dapat saweran banyak. Dukanya kalau lokasi jauh, apalagi kalau hujan,” ujar Rani.

‎Rani mengatakan, dirinya mulai menekuni dunia menyanyi sekitar tahun 2005. Hingga 2026, aktivitas tersebut masih terus dijalani dengan menerima panggilan untuk tampil di berbagai kegiatan masyarakat.

‎“Sudah 21 tahun,” katanya.

‎Dari sisi penghasilan, Rani menyebut honor yang diterimanya bergantung pada jarak dan lokasi pertunjukan. Untuk lokasi yang relatif dekat, ia biasanya menerima bayaran sekitar Rp350 ribu. Sementara untuk lokasi yang lebih jauh, honornya dapat mencapai Rp700 ribu hingga Rp1 juta.

‎“Standarnya Rp350 ribu. Kalau jauh bisa sampai Rp700 ribu atau Rp1 juta, tergantung lokasinya,” tuturnya.

‎Memasuki usia yang tidak lagi muda, Rani menyadari bahwa dunia panggung kini semakin banyak diisi penyanyi-penyanyi muda. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya memandang generasi baru sebagai pesaing yang harus dihadapi secara keras.

‎Ia memilih tetap menjalani aktivitas bernyanyi dengan santai dan menganggap dirinya telah berada pada posisi yang lebih senior.

‎“Banyak saingan, apalagi kita sudah tua. Banyak yang muda-muda sekarang. Tapi bukan jadi saingan, karena kita kan sudah senior,” ungkapnya.

‎Bagi Rani, menyanyi bukan sekadar upaya mengejar popularitas. Kecintaannya terhadap dunia tarik suara berawal dari hobi, yang kemudian berkembang menjadi kegiatan yang turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

‎“Tujuannya hobi juga, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bantu suami,” ujarnya.

‎Rani juga tidak memasang target besar untuk mengejar popularitas. Faktor usia membuatnya memilih menikmati dunia panggung secara sederhana, sembari tetap berharap namanya semakin dikenal dan dirinya masih diberi kesempatan untuk tampil di tengah masyarakat.

‎“Maunya nama makin dikenal seperti itu, tapi umur,” katanya.

‎Perjalanan Rani selama 21 tahun menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap seni dan musik dapat bertahan melewati perubahan zaman. Di tengah munculnya banyak penyanyi muda, ia tetap memilih mempertahankan aktivitas bernyanyi sebagai bagian dari hobi sekaligus upaya membantu perekonomian keluarga.

‎Selama masih diberikan kesehatan, kemampuan, dan kesempatan oleh masyarakat, Rani mengaku akan tetap menikmati panggung. Baginya, bernyanyi bukan hanya soal popularitas, tetapi juga tentang menjaga kecintaan terhadap seni yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama lebih dari dua dekade.



‎Editor : ( Ade. R. S )

×
Berita Terbaru Update