-->

Notification

×

Iklan

Iklan

‎Musim Kemarau Bawa Berkah, Harga Kacang Tanah Naik hingga Dua Kali Lipat

30 Agustus 2026 | Agustus 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-30T14:23:09Z

SEMARANG, JAWA TENGAH — Musim kemarau tidak menyurutkan semangat petani di wilayah selatan Jawa Tengah untuk tetap mengolah lahan pertanian. Di tengah keterbatasan pasokan air, sebagian petani memilih menanam kacang tanah yang dinilai relatif tahan terhadap kondisi kering dan tidak membutuhkan banyak air.
‎Lahan sawah yang mulai mengalami kekurangan air dialihkan untuk budidaya kacang tanah. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi petani agar lahan tetap produktif sekaligus menghasilkan pendapatan selama musim kemarau.
‎Di lahan seluas sekitar 1.300 meter persegi, budidaya kacang tanah mampu memberikan hasil yang cukup menjanjikan. Kondisi tersebut semakin menguntungkan karena harga kacang tanah mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.‎Untuk kacang tanah basah, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp8.000 per kilogram, kini meningkat menjadi sekitar Rp15.000 per kilogram. Sementara kacang tanah kering yang sebelumnya dijual sekitar Rp10.000 per kilogram, kini mencapai sekitar Rp20.000 per kilogram.
‎Kenaikan harga tersebut membuat nilai jual kacang tanah hampir mencapai dua kali lipat. Bagi petani, kondisi ini menjadi angin segar di tengah tantangan musim kemarau yang identik dengan terbatasnya ketersediaan air.
Pemilihan kacang tanah sebagai komoditas alternatif dilakukan karena tanaman tersebut relatif mampu bertahan dalam kondisi kering dan kebutuhan airnya tidak sebanyak sejumlah tanaman pertanian lainnya. Dengan demikian, lahan yang minim pasokan air masih dapat dimanfaatkan secara produktif.‎Meski harga komoditas cukup menguntungkan, petani tetap berharap adanya dukungan pemerintah, khususnya dalam penyediaan sarana pengairan. Salah satu kebutuhan yang dinilai penting adalah pembangunan sumur pompa di kawasan pertanian.

‎Keberadaan sumur pompa diharapkan dapat membantu petani memperoleh sumber air untuk mempertahankan produktivitas lahan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
‎Para petani berharap kombinasi antara harga komoditas yang baik dan dukungan infrastruktur pengairan dapat menjaga keberlangsungan usaha pertanian. Dengan begitu, musim kemarau tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan dan menjaga roda perekonomian masyarakat pedesaan.

‎Editor : ( Ade. R. S )

×
Berita Terbaru Update