-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Halaman

Iklan

Tag Terpopuler

‎GPM dan Edukasi Pangan Lokal B2SA Digelar di Sindangkasih Ciamis

15 September 2026 | September 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-15T14:57:54Z

‎

CIAMIS — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi pangan yang sehat, beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) terus dilakukan di Kabupaten Ciamis.

‎

‎Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Belanja Bijak, Edukasi Pangan Lokal B2SA, serta Kampanye Stop Boros Pangan Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di halaman Gedung Da'wah Kecamatan Sindangkasih, Selasa (15/9/2026).

‎

‎Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Ciamis, dengan dukungan Bank Indonesia Tasikmalaya dan Badan Pangan Nasional.



‎Sosialisasi menitikberatkan pada pentingnya penerapan prinsip B2SA dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diberikan pemahaman agar lebih bijak dalam memilih, membeli, mengolah, serta mengonsumsi pangan.

‎

‎Pemanfaatan pangan lokal juga menjadi salah satu perhatian. Masyarakat didorong untuk mengoptimalkan berbagai potensi pangan yang tersedia di daerah sebagai bagian dari upaya membangun pola konsumsi yang sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

‎

‎Selain itu, kampanye Stop Boros Pangan mengajak masyarakat melakukan pengelolaan pangan secara lebih bijaksana, mulai dari merencanakan kebutuhan belanja, mengolah makanan sesuai kebutuhan, hingga memanfaatkan makanan agar tidak terbuang sia-sia.

‎

‎Dalam sambutannya, Camat Sindangkasih Amin Mabruri, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan GPM di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

‎

‎“Gerakan pangan murah ini mudah-mudahan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya ibu-ibu pengajian. Alhamdulillah, Kecamatan Sindangkasih mendapat kesempatan melaksanakan kegiatan GPM pada bulan ini,” ujarnya.

‎

‎Ia berharap program tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ketersediaan dan keterjangkauan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola konsumsi yang sehat dan bijak.

‎

‎Menurut Amin, edukasi pangan lokal berbasis B2SA perlu diteruskan oleh para kader PKK di tingkat kecamatan maupun desa agar manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

‎

‎“Harapannya, edukasi pangan lokal ini dapat diteruskan oleh para kader di tingkat kecamatan dan desa sehingga menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

‎

‎Kampanye Stop Boros Pangan turut mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Masyarakat diajak untuk mengurangi pemborosan dengan menyesuaikan pembelian dan pengolahan makanan berdasarkan kebutuhan.



‎Camat Sindangkasih juga menyinggung kondisi cuaca yang tidak menentu dan kaitannya dengan keberlangsungan sektor pertanian. Menurutnya, perubahan kondisi cuaca dapat memengaruhi ketersediaan sumber daya serta aktivitas pertanian masyarakat.

‎

‎Ia berharap musim kemarau segera berakhir sehingga kegiatan pertanian dapat kembali berjalan normal. Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

‎

‎Kegiatan GPM tersebut turut dihadiri unsur Tim Penggerak PKK Kabupaten Ciamis, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, para pelaku usaha, serta siswa dan guru MTs Negeri 9 Ciamis, bersama sejumlah pihak terkait lainnya.

‎

‎Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami ketahanan pangan dari sisi ketersediaan, tetapi juga memperhatikan kualitas, keamanan, keberagaman, serta pola konsumsi pangan.

‎Camat Sindangkasih mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan mengelola pangan secara hemat dan bertanggung jawab.

‎

‎“Semoga dari pertemuan ini kita bisa sama-sama belajar, mengambil hikmah, dan ke depannya kondisi pangan kita menjadi lebih terjaga serta lebih hemat dalam pemanfaatannya,” pungkasnya.


‎

×
Berita Terbaru Update