CIAMIS — Puskesmas Kertahayu Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, mendorong pengolahan limbah industri tahu menjadi pupuk organik sebagai upaya menekan pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan nilai manfaat bagi masyarakat.
Program melalui bidang kesehatan lingkungan (Kesling) ini dikembangkan dengan menggandeng Dinas Pertanian dan UPT Pertanian.
persoalan limbah tahu menjadi perhatian serius karena terdapat lebih dari 14 pabrik tahu di wilayah Kertahayu.
Limbah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari aliran sungai, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Penanganan limbah tidak cukup hanya melalui pengawasan, tetapi juga memerlukan solusi yang berkelanjutan.
Karena itu, Puskesmas Keretahayu berupaya membangun kolaborasi lintas sektor agar limbah yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Salah satu upaya yang dikembangkan adalah pemanfaatan limbah tahu sebagai bahan baku pupuk organik.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban pencemaran sekaligus mendukung kebutuhan sektor pertanian di tengah masyarakat.
Jika kabupaten Ciamis dapat menerima dan mengembangkan program ( Kesling ) maka masyarakat Ciamis jauh dari penyakit, lingkungan jauh dari kotoran limbah, bau taida sedap.
Tentunya petani dapat merasakan manfaat dari pupuk organik yang telah mendorong usaha pertanian.
Kepala Puskesmas Kertahayu Tatang Hidayat, SKM., MKM., menjelaskan, gagasan tersebut berangkat dari pengalaman sebelumnya saat bertugas selama dua tahun di wilayah kerja Puskesmas Cipaku.
Pendekatan serupa pernah dicoba dan kini ingin dikembangkan kembali di wilayah kerja Puskesmas Keretahayu dengan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya.
“Kami mencoba berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan UPT Pertanian untuk mengelola limbah tahu menjadi pupuk organik. Jadi, sesuatu yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap, sinergi antara sektor kesehatan dan pertanian dapat menghasilkan pola pengelolaan limbah yang lebih efektif.
Selain mengurangi potensi pencemaran, pemanfaatan limbah tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian.
Tatang menegaskan, upaya tersebut juga merupakan bagian dari komitmen pelayanan aparatur sipil negara (ASN) yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, persoalan lingkungan membutuhkan penanganan bersama melalui kerja sama lintas program, lintas sektor, dan lintas dinas.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan kami sebagai ASN yang berorientasi pada pelayanan, kompetensi, dan kolaborasi. Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, keluhan masyarakat dapat ditangani dengan lebih baik,” ungkapnya.
Upaya yang dirintis Puskesmas Kertahayu ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah industri tahu secara bertanggung jawab.
Ke depan, keterlibatan sektor kesehatan, pertanian, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Dengan demikian, penanganan limbah tahu tidak hanya diarahkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi dan mendukung kesejahteraan masyarakat.