CIAMIS, GLOBAL JABAR NEWS — Kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah berdampak pada ketersediaan air di beberapa Balai Benih Ikan (BBI) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kolam mengalami kekeringan dan mendorong pengelola menyesuaikan kegiatan budidaya dengan ketersediaan sumber daya air.
Keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaan kolam selama musim kemarau. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pengaturan penggunaan air dilakukan berdasarkan jadwal dan kesepakatan bersama masyarakat setempat, sehingga pemanfaatannya dapat berlangsung secara tertib dengan tetap memperhatikan kebutuhan warga.
Kendati menghadapi tantangan tersebut, pelayanan penyediaan produk benih ikan bagi masyarakat tetap diupayakan berjalan.
Kepala UPTD, Seliy Hernani, S.Pt., M.P., menjelaskan bahwa unit yang dipimpinnya berfokus pada penyediaan produk perikanan, termasuk larva ikan. Sementara itu, program pengembangan dan fasilitasi lainnya dilaksanakan sesuai kewenangan dinas terkait.
Permohonan Masyarakat Tetap Dilayani
Pihak pengelola menyebutkan bahwa permohonan bantuan produk perikanan dari kelompok masyarakat cukup banyak. Namun, pelayanan tidak ditentukan berdasarkan target jumlah kelompok tertentu, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku.
Kelompok masyarakat yang ingin mendapatkan produk perikanan dapat mengajukan permohonan melalui proposal sesuai prosedur dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Mekanisme tersebut bertujuan memastikan penyaluran produk perikanan berlangsung secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan, sehingga bantuan dapat dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Populasi Ikan Relatif Bertahan
Di tengah keterbatasan air akibat kemarau, kondisi populasi ikan di lokasi tersebut secara umum dilaporkan masih dapat bertahan.
Hingga wawancara berlangsung, pihak pengelola belum menemukan kematian ikan dalam jumlah signifikan.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap membutuhkan perhatian dan langkah antisipasi.
Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan budidaya, kualitas lingkungan kolam, serta keberlanjutan produksi benih ikan.
Karena itu, pengelolaan kolam dan pengaturan penggunaan air menjadi bagian penting dalam menjaga agar kegiatan perikanan tetap berjalan di tengah kondisi cuaca yang belum mendukung.
Pelayanan Perikanan Tetap Diupayakan Berkelanjutan
Pihak pengelola berharap pelayanan kepada masyarakat dapat terus dilaksanakan dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya air, kebutuhan kelompok pembudidaya, serta ketentuan yang berlaku.
Kemarau berkepanjangan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor perikanan, khususnya dalam menjaga ketersediaan air untuk kegiatan pembenihan dan budidaya ikan.
Oleh sebab itu, pengelolaan sumber daya air secara terencana dan koordinasi dengan masyarakat dinilai penting untuk meminimalkan dampak kekeringan.
Dengan berbagai penyesuaian yang dilakukan, pelayanan penyediaan produk benih ikan di Kabupaten Ciamis diharapkan tetap mampu mendukung kebutuhan masyarakat serta menjaga keberlangsungan sektor perikanan budidaya di daerah tersebut.