-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Halaman

Iklan

Tag Terpopuler

‎LT II Pramuka Penggalang Kwarran Sadananya 2026 Diikuti 496 Peserta‎

18 September 2026 | September 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-18T08:46:43Z


CIAMIS — Semangat kepramukaan kembali menggema di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Kwartir Ranting (Kwarran) Sadananya menggelar Lomba Tingkat II (LT II) Pramuka Penggalang tingkat SD/MI dan SMP/MTs selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 18–20 September 2026.

‎

‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan generasi muda melalui pendidikan kepramukaan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, keterampilan, serta semangat persaudaraan.

‎

‎LT II juga menjadi wadah bagi peserta didik golongan Penggalang untuk mengukur sekaligus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh selama mengikuti latihan kepramukaan.

‎Selain berkompetisi, setiap regu didorong untuk memperkuat kekompakan dan membangun sikap sportif selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

‎

‎Ketua Kwarran Sadananya, Jajat, mengatakan pelaksanaan LT II tahun ini memiliki target utama, yakni menjaring regu berprestasi terbaik untuk mewakili Kecamatan Sadananya pada Lomba Tingkat III (LT III).

‎

‎“Targetnya sudah jelas. Dari LT II ini kita mencari regu berprestasi terbaik dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs, baik putra maupun putri,” ujar Jajat.

‎

‎Dari hasil perlombaan tersebut nantinya akan dipilih empat regu terbaik. Masing-masing terdiri atas satu regu putra dan satu regu putri tingkat SD/MI, serta satu regu putra dan satu regu putri tingkat SMP/MTs.

‎

‎Diikuti 31 Pangkalan dan 496 Peserta


LT II Kwarran Sadananya 2026 diikuti seluruh pangkalan yang berada di wilayah Kecamatan Sadananya. Tercatat sebanyak 31 pangkalan, terdiri atas 21 SD, 4 MI, 2 SMP, dan 4 MTs.

‎

‎Masing-masing pangkalan mengirimkan regu putra dan putri. Dengan demikian, terdapat 62 regu dengan jumlah peserta mencapai 496 peserta didik. Setiap regu terdiri dari delapan orang dan menempati 62 tenda peserta.

‎

‎Jajat menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pangkalan dalam kegiatan tersebut.



“Dari 31 pangkalan, alhamdulillah semuanya mengikuti kegiatan. Tidak ada satu pun yang tidak ikut,” katanya.

‎

‎Lebih dari 20 Mata Lomba

‎

‎LT II tidak hanya menguji keterampilan teknis kepramukaan. Sejumlah materi perlombaan disiapkan untuk mengukur kemampuan peserta dalam berbagai aspek pembinaan.

‎

‎Materi yang dilombakan mencakup mental, keagamaan, patriotisme dan sikap bermasyarakat, keterampilan kepramukaan, kecakapan dan ketangkasan, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), hingga kreativitas budaya.

‎

‎Secara keseluruhan, peserta akan mengikuti lebih dari 20 mata lomba selama tiga hari pelaksanaan.

‎Menurut Jajat, secara teknis pelaksanaan LT II tahun ini tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan pelaksanaan pada 2022. Seluruh rangkaian kegiatan tetap mengacu pada petunjuk teknis yang dikeluarkan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.

‎

‎“Sampai saat ini tidak ada perbedaan dengan LT tahun 2022. Kita mengikuti petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kwartir Cabang,” jelasnya.

‎

‎Sekolah dan Madrasah Bersatu


‎Selain menjadi arena kompetisi, LT II Kwarran Sadananya juga menjadi ruang kebersamaan bagi peserta didik dari berbagai satuan pendidikan, baik sekolah di bawah Dinas Pendidikan maupun madrasah di bawah Kementerian Agama.

‎

‎Jajat menilai pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik melalui pengalaman langsung, kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab.

‎

‎“Di sini sekolah dan madrasah menyatu. Tidak dipilah-pilah. Siapa pun yang terbaik dari peserta didik ini, itulah yang nantinya kita bawa untuk mengikuti LT III,” tuturnya.

‎

‎Kebersamaan tersebut juga terlihat dari keterlibatan peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam suasana perkemahan. Peserta SLB tidak mengikuti perlombaan karena memiliki klaster pembinaan yang berbeda, namun tetap diberikan ruang untuk mengikuti kegiatan perkemahan dan mendirikan tenda.

‎

‎“Mereka diberikan kesempatan untuk bertenda dan mendirikan tenda, sehingga paling tidak bisa bergabung dengan suasana kepramukaan,” ujar Jajat.

‎

‎Dengan melibatkan seluruh pangkalan di Kecamatan Sadananya, LT II tahun 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang untuk menentukan pemenang.



‎Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda agar memiliki karakter disiplin, mandiri, terampil, sportif, bertanggung jawab, dan mampu membangun kebersamaan.

‎

‎Dari ajang LT II inilah regu-regu terbaik akan disaring untuk membawa nama Kecamatan Sadananya pada tahapan berikutnya, yakni Lomba Tingkat III.

‎

‎“Berlomba untuk berprestasi, berkegiatan untuk membentuk karakter.”


‎

×
Berita Terbaru Update