Mengusung semangat “Melestarikan Tradisi, Membangun Generasi Berprestasi”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan fisik sekaligus menanamkan nilai kerja sama, kekompakan, sportivitas, dan kebersamaan.
Kegiatan Oltrad ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama KKG PJOK Kecamatan Cipaku. Sejumlah permainan tradisional dipertandingkan, di antaranya hadang, gobak sodor, bakiak atau terompah panjang, egrang, dan sumpitan.
Ketua KKG PJOK Kecamatan Cipaku, Hendi Norman, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 41 sekolah yang terbagi dalam tujuh gugus.
Menurut Hendi, mekanisme pertandingan dibagi menjadi dua kategori. Cabang hadang dan gobak sodor dipertandingkan antargugus, sedangkan bakiak atau terompah panjang, egrang, dan sumpitan dipertandingkan antarsekolah dasar (SD).
“Yang dipertandingkan ada lima cabang. Hadang dan gobak sodor itu antargugus, sedangkan tiga cabang lainnya dipertandingkan antarsekolah,” ujar Hendi
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari peserta didik yang memiliki kemampuan dalam olahraga tradisional.
Lebih dari itu, Oltrad menjadi salah satu sarana untuk mempertahankan keberadaan permainan tradisional di tengah perkembangan zaman dan pesatnya teknologi digital.
“Yang ingin kita tunjukkan adalah kelincahan anak-anak sekaligus menjaga agar warisan budaya tradisional ini jangan sampai hilang. Karena itu, setiap tahun kegiatan seperti ini terus digelar untuk anak-anak didik,” katanya.
Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai edukasi dan sosial yang penting bagi perkembangan peserta didik.
Permainan yang dilakukan secara berkelompok menuntut peserta untuk membangun komunikasi, kerja sama, kedisiplinan, kekompakan, serta kemampuan menghargai aturan dan lawan.
Pelaksanaan Oltrad di tingkat kecamatan juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali berbagai permainan tradisional kepada generasi muda. Di tengah semakin dominannya olahraga modern dan aktivitas berbasis teknologi, keberadaan permainan tradisional dinilai perlu terus dikenalkan melalui kegiatan yang melibatkan anak-anak secara langsung.
Hendi berharap seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan penuh semangat dan keceriaan, tanpa mengesampingkan nilai sportivitas.
“Anak-anak harus selalu semangat, ceria, menjaga tradisi warisan budaya kita, khususnya olahraga tradisional. Tetap semangat dan jaga sportivitas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Oltrad Tingkat Kecamatan Cipaku diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarpeserta, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal, memainkan, dan menjaga keberlangsungan olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat.
Dengan demikian, nilai-nilai kebersamaan, disiplin, ketangkasan, kerja sama, dan sportivitas dapat terus tumbuh bersamaan dengan upaya menjaga warisan permainan tradisional agar tetap dikenal oleh generasi penerus.