CIAMIS — Ajang balap sepeda Youth Challenge BMX Competition 2026 Seri 1 resmi digelar di Sirkuit BMX Galuh Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi generasi muda, khususnya kalangan pelajar, untuk mengasah kemampuan, keberanian, ketangkasan, serta teknik balap BMX sekaligus menanamkan nilai sportivitas dalam berkompetisi.
Pelaksanaan event ini juga menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kompetisi BMX di Jawa Barat.
Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembinaan dan menemukan bibit-bibit atlet BMX potensial yang dapat dikembangkan menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.
Sirkuit BMX Galuh Ciamis selama ini menjadi salah satu fasilitas olahraga yang dimanfaatkan atlet untuk berlatih. Keberadaannya tidak hanya memberikan ruang bagi atlet lokal, tetapi juga digunakan sejumlah atlet dari daerah sekitar, seperti Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., menyampaikan pesan Bupati Ciamis yang memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event tersebut.
Menurutnya, kompetisi BMX tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga bagian dari proses persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
“Alhamdulillah kalau BMX, Ciamis biasanya langganan emas,” ujar Bupati Ciamis dalam keterangannya.
Ia menegaskan, prestasi olahraga tidak dapat dipisahkan dari proses latihan dan kesiapan atlet. Karena itu, keberadaan fasilitas olahraga yang memadai perlu diikuti dengan latihan secara konsisten dan pembinaan berkelanjutan.
“Namanya olahraga senantiasa terus berputar dan atlet terus berlatih, tergantung kesiapan atlet itu sendiri,” tuturnya.
Sirkuit BMX Ciamis Terbuka untuk Atlet Daerah
Pemkab Ciamis juga membuka kesempatan bagi atlet maupun masyarakat dari luar daerah untuk memanfaatkan sirkuit BMX sebagai tempat latihan.
Menurut Bupati, pemanfaatan fasilitas olahraga tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap perkembangan prestasi atlet, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk melalui sektor penginapan atau homestay.
“Silakan saja kalau mau berlatih. Pemerintah Kabupaten Ciamis mempersilakan,” katanya.
Meski demikian, penggunaan fasilitas tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk mengenai retribusi. Pemkab Ciamis memastikan biaya pemanfaatan fasilitas tetap terjangkau bagi para pengguna.
“Tapi ada ketentuan, ada retribusi yang harus kita keluarkan. Tapi yakinlah terjangkau biayanya,” jelasnya.
Peserta Didominasi Pelajar
Ketua panitia menjelaskan, peserta Youth Challenge BMX Competition 2026 Seri 1 berasal dari kelompok usia pelajar, mulai dari anak-anak sekolah dasar hingga kelompok usia remaja.
Kehadiran peserta usia muda menjadi bagian penting dalam upaya mengenalkan olahraga BMX sejak dini sekaligus membuka peluang bagi munculnya atlet-atlet potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan.
Dalam kompetisi ini, peserta tidak hanya dituntut memiliki kecepatan, tetapi juga harus mampu menguasai teknik, menjaga keseimbangan, membaca karakter lintasan, serta menunjukkan keberanian dan sportivitas.
Penyelenggara juga menetapkan ketentuan khusus terkait sepeda yang digunakan dalam perlombaan. Sepeda BMX yang digunakan peserta harus memenuhi spesifikasi tertentu, termasuk ketentuan mengenai ukuran ban.
Aturan tersebut diterapkan untuk menyesuaikan perlengkapan dengan karakteristik kompetisi sekaligus mendukung keseragaman dan aspek keselamatan peserta selama perlombaan berlangsung.
Momentum Pembinaan BMX Jawa Barat
Penyelenggaraan Youth Challenge BMX Competition 2026 Seri 1 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali ekosistem pembinaan olahraga BMX di Jawa Barat.
Selain menjadi ajang kompetisi bagi atlet muda, event tersebut juga menjadi sarana evaluasi kemampuan atlet sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar, termasuk Porprov Jawa Barat.
Bupati Ciamis menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah berupaya menghadirkan kembali event BMX setelah cukup lama kompetisi serupa tidak digelar, khususnya di wilayah Jawa Barat.
“Apresiasi kepada panitia dalam melaksanakan event ini, karena sudah lama kita tidak melaksanakan event BMX, khususnya di Jawa Barat,” pungkasnya.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, latihan yang konsisten, serta kompetisi yang digelar secara berkelanjutan, Sirkuit BMX Galuh Ciamis diharapkan dapat terus menjadi salah satu pusat pembinaan atlet BMX.
Dari arena tersebut, diharapkan lahir atlet-atlet muda potensial yang mampu mengukir prestasi, tidak hanya untuk Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat, tetapi juga membawa nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.